![]() |
Kemeriahan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 (HUT RI Ke-81) terlihat di sudut-sudut desa dan kelurahan, kampung maupun komplek, kemeriahan ini disemarakkan dengan berbagai perlombaan yang menghibur, ada bapak-bapak pakai sepatu bola atau futsal tapi berbaju daster, meski ada himbauan MUI kalau perbuatan tersebut dilarang karena tidak boleh laki-laki menyerupai wanita, anak-anak lomba makan kerupuk, balap kelereng, ibu-ibu lomba memindahkan terigu, dan perlombaan lain yang menghibur. Terlihat sekali warga terhibur dengan suasana lomba tersebut, memperlihatkan indeks kebahagiaan meningkat walau sesaat di momentum kemerdekaan.
Mengisi waktu luang kemerdekaan dengan silaturahmi antar warga dalam momentum hari kemerdekaan dengan perlombaan adalah cara kita mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, ada yang memakai kostum adat, kostum merah putih dan kostum-kostum lain yang membuat warga terhibur serta menghadirkan gelak tawa.
Momentum pertemuan antar warga ini menjadi penanda adanya interaksi dan silaturahmi yang terjalin, membuat kedekatan emosional bisa terjalin, bisa mengetahui aktivitas masing-masing dan bertukar kontak hp bagi yang jarang keluar rumah dan mengeluarkan kreatifitas dan seni yang mereka miliki. setidaknya dalam kemeriahan HUT RI Ke-81 anak-anak, bapak-bapak, dan ibu-ibu bisa meluapkan kegembiraan dan emosinya. Momentum HUT RI Ke-81 membuat warga istirahat sejenak dari sifat individualis akibat bermain handphone.
Perayaan HUT RI Ke-81 perlu dipandang positif karena mengeluarkan kreatifitas warga, meski perlu ada rambu-rambu yang jelas dan tidak menyalahi norma sosial dan agama, perayaan HUT RI setidaknya momen yang dinanti bagi sebagian masyarakat untuk ikut serta dalam perlombaan dan ada juga yang menyiapkan diri untuk ikut lomba tersebut.
Seharusnya memang momen HUT RI ini menjadi perhatian tokoh masyarakat, baik Rt/Rw, Kepala Desa, Camat, Bupati-Walikota sampai Presiden sebagai sarana persatuan, kekompakan dan wujud kehadiran pemimpin di tengah-tengah masyarakat untuk menguatkan gotong-royong. Meskipun kita tahu bahwa momen HUT RI adalah momen banyaknya proposal permohonan anggaran yang masuk, undangan kehadiran yang menumpuk, tapi itu semua tidak membuat seorang tokoh pemimpin menjadi menutup diri untuk terlibat langsung hadir di perlombaan masyarakat.
Perlombaan yang diadakan antar Desa/Kelurahan dan Antar Kota serta Provinsi menjadi penyemangat warga dalam menyiapkannya, setidaknya aktivitas ini menjadi momen silaturahmi dan membuat warga tidak lebih banyak di rumah dan menjadi "overthinking" atau berpikir berlebihan karena terlalu lamanya mereka di rumah dan tidak beraktivitas sehingga yang bisa mereka lakukan adalah mengomentari fenomena yang terjadi dan cenderung berkomentar "negatif", menggunjing dan pikiran buruk lain yang membuat mereka menjadi kecemasan berlebih.
Pemerintah perlu memerhatikan fenomena yang berkembang saat ini, kampung-kampung perlu mengeluarkan kretifitasnya, anak-anak perlu dijauhkan dari handphonenya, dari aktifitas negatifnya, dan ini perlu disiapkan dengan membuat perlombaan. Perlombaan membuat setiap orang untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam dirinya, tidak ada perlombaan tidak ada tujuan yang mereka raih, artinya tidak ada pergerakan dan aktivitas, akhirnya masyarakat menjadi mandeg dan banyak di rumah.
Kreatifitas warga jangan sampai terhenti, supaya warga ada hiburan, ada alasan aktivitas karena males bergerak, ada sesuatu yang mereka fokuskan dan tuju, kita bisa membayangkan, jika dalam suatu wilayah banyak agenda perlombaannya, berapa banyak keluarga yang menyiapkan anak-anak mereka untuk ikut tampil, terlibat, bergerak, ketimbang diam di rumah dan sibuk memainkan handphone.
Perlombaan yang sudah paralel dilakukan tiap tahun bisa menghasilkan ekosistem berkumpulnya orang, otomatis umkm naik, pendapatan warga bertambah, kebahagiaan meningkat dan yang palin penting, masyarakat bisa tidur dengan nyenyak malamnya karena mereka ikut lomba, artinya nongkrong anak muda yang tidak perlu bisa turun, karena mereka ikut perlombaan. Banyak sekali efek domino dari perlombaan yang dirutinkan, bisa menimbulkan momentum-momentum yang lebih besar.
Jadi, kalau kalian punya uang banyak dan peduli pada apa yang terjadi. tidak ambil pusing, buat saja perlombaan rutin yang berkolaborasi dengan berbagai pihak, atau perlombaan tersebut tidak harus luas cakupannya, misal antar kampung, antar RT atau antar kelurahan, maka kita bisa menyaksikan sebuah masyarakat dinamis yang bergerak dan tidak statis.
Itulah kiranya renungan saya tentang momentum HUT RI Ke-81, perlombaan-perlombaan ini jika perlu rutin digelar, selain memang yang rutin digelar ialah perlombaan olahraga, setidaknya mengadakan lomba mancing bisa juga untuk kita membuat alasan warga supaya tidak berlama-lama di dalam rumah. Wallahu'alam

0 Komentar