Membangun Tim dan Komunikasi (Satu Tahun untuk Seribu Tahun Lamanya)

 

Oleh

Muhamad Fadli


Perjalanan organisasi saya terus berlanjut, satu tahun yang memberikan pelajaran penting, tepatnya di tahun 2017. Banyak bertemu orang lintas organisasi dan latar belakang jurusan serta membangun mentalitas diri. Pasca saya menjabat sebagai ketua umum unit kegiatan mahasiswa fakultas (UKMF) di kampus, ternyata ada salah seorang senior yang memperhatikan kepemimpinan dan gerak-gerik saya. 

Saat memasuki akhir tahun 2016 setelah saya demisioner/purna karya dari ketua UKM Fakultas, saya diminta untuk memegang amanah sebagai Direktur Utama di sebuah Lembaga Asistensi Dosen Pendidikan Agama Islam di kampus. Tawaran demi tawaran saya tolak beberapa kali karena saya menganggap diri saya masih belum mampu memegang amanah sebesar itu. Namun perlahan tapi pasti dukungan demi dukungan muncul, akhirnya saya menerima dan memutuskan untuk menjadi direktur utama/ketua dari lembaga tersebut. 

Ternyata dari apa yang kita lakukan ada seseorang yang memperhatikan kita, tetapi jangan juga kita melakukan sesuatu itu karena ingin dipuji dan mendapatkan sesuatu/pamrih. Sejatinya yang kita lakukan harus berlandaskan pada pemahaman dan niat baik serta mengharap Ridha Allah semata. 

Kepengurusan harus segera dibentuk, pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah memilih orang-orang yang kita kenal atau direkomendasikan oleh teman dengan syarat masuk sesuai kriteria kita, yaitu mau jadi pengurus dan mau belajar. 

Pemilihan pengurus berjalan alot, berkat komunikasi dan ajakan untuk jadi pengurus, beberapa orang yang saya kenal mau jadi pengurus dengan proses negosiasi dan mereka memberi catatan - catatan juga jika nanti  menjadi pengurus. 

Alhamdulillah Allah karuniakan saya tim yang solid, punya kapasitas dan kapabilitas kepemimpinan yang memadai serta komitmen dan tanggung jawab, sehingga kita bisa saling mengisi dan bekerjasama melaksanakan program kerja. 

Tim yang solid membuat kerjaan lebih ringan, program besar di luar kampus dan di dalam kampus mampu kita eksekusi dengan baik. Bahkan di kepengurusan kami, salah satu program kerja yang diadakan di gelanggang olahraga dengan ribuan peserta berhasil kami laksanakan. 

Program besar ini tentu butuh dana yang besar dan harus terekspos oleh media, supaya agenda sebesar ini harus disebarluaskan. Kami catat satu persatu media yang kami kunjungi, dengan modal nekat dan keyakinan kita menjajaki satu persatu media yang coba kita silaturahimkan dengan ambisi bahwa agenda kita harus masuk Tv dan media lokal. Alhamdulillah dengan izin Allah dan mencoba memberanikan diri kita diterima oleh Tv lokal dan Alhamdulillah mereka bersedia meliput dengan biaya gratis dengan syarat mereka minta dipromosikan saat agenda dan di media sosial yang kami kelola. 

Mengelola organisasi disarankan harus dengan percaya diri, karena yang kita bawa nama organisasi meski nama kita ikut baik/buruk sesuai hasil yang kita lakukan. Jangan pernah malu membuka komunikasi dengan siapapun dan pada agenda apapun, karena dengan kepercayaan diri yang diuntungkan adalah organisasi dan nama baik kita jika tujuannya baik. 

Sebuah organisasi tentu ada kalanya perbedaan pandangan dan kesalahpahaman. Saat jadi direktur inilah saya jadi paham bahwa komunikasi dan musyawarah terbuka dengan ketidaksukaan pada pandangan berbeda harus dikompromikan dan didiskusikan. Satu persatu masalah-masalah kita buka di forum tertutup dan kita bersepakat bahwa kita mencari solusi dan jalan tengahnya serta tidak membuka aib dan hanya diselesaikan di forum dan tidak boleh disampaikan di luar forum. 

Akhirnya dengan diskusi dan komunikasi, masalah-masalah yang kita hadapi bisa perlahan diselesaikan tentu dengan kedewasaan pikiran para pengurus organisasi supaya di lain waktu tidak terjadi kembali kesalahpahaman dan ketidaksukaan pada personal bisa diatasi. 

Kampus saya memiliki 6 fakultas dan terdapat 3 lokasi pada saat 2017, sebagai lembaga di bawah asistensi dosen pendidikan agama islam tentu memiliki cabang kepengurusan di 6 fakultas dan saya diundang saat agenda-agenda di 6 fakultas tersebut. Saya semakin banyak bertemu mahasiswa lintas fakultas dan banyak berjejaring dengan dosen-dosen lintas fakultas dan tentu dengan rektor juga. Tahun 2017 inilah saya semakin dikenal dan berjejaring dengan berbagai pihak, meski 2017 ini saya mengakui belum optimal dalam menjalankan amanah, tetapi dengan pengurus yang saling paham dan saling mendukung Alhamdulillah segala kekurangan bisa diatasi dengan baik. 

Organisasi mengharuskan sering bertemu satu sama lain dengan sesama anggota pengurus, supaya ikatan kekeluargaan dan ikatan komunikasi bisa saling memahami. Perlu ada tempat khusus untuk rutinnya kita bertemu, selain tempat untuk istirahat kita juga bisa menggunakan tempat berkumpul sebagai sarana bertukar pikiran dan musyawarah dalam menjalankan agenda-agenda kebaikan yang sudah kita canangkan. 

Pastikan bahwa sebagai seorang pemimpin, apa yang kita sampaikan jelas dan terarah. Jika penyampaian kita ambigu serta tidak jelas biasanya akan terjadi kebingungan dan kendala teknis, inilah pentingnya seorang pemimpin perlu mengejewantahkan tugas ke anggotanya dengan sederhana, jelas dan tidak menimbulkan kebingungan. 

Semoga apa yang dijalankan selama tahun 2017 ini bisa memberikan amal kebaikan kelak di akhirat, Aamiin. (bersambung)

Posting Komentar

0 Komentar